Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2022

Hari Bumi

Gambar
  Kita bisa saja berperan seperti burung pipit atau semut yang membawa setetes air untuk memadamkan api Raja Namrud yang membakar Nabi Ibrahim. Pada kisah tersebut, kemudian ada seekor cicak bertanya kepada semut   “untuk apa kamu membawa air itu, semut?”  Kata semut, “untuk memadamkan api yang membakar Nabi Ibrahim”.  “Kamu tahu nggak, usaha yang kamu lakukan nggak akan menghasilkan sesuatu, sia-sia, mana bisa air setetes memadamkan api yang begitu besar”, ujar seekor cicak tersebut.  “Dengan setetes air inilah aku menegaskan aku berada dipihak siapa”.     Kemudian ngadi-ngadi lah si cicak, hampir setengah mati mendekati api. Kata semut, “hai cicak, untuk apa kamu merayap mendekati api, itu bisa membahayakan dirimu”.  “Untuk meniup api yang membakar Nabi Ibrahim agar makin gede”, katanya.  “Kamu tahu nggak, yang kamu lakukan itu sia-sia?”, kata semut.  Cicak kemudian menjawab, “dengan inilah aku menegaskan aku b...

Harus Tetap Budal Ngaji Meskipun Males, Kenapa?

Gambar
  Tulisan ini kutulis di PP. Sabilurrosyad 3 Kota Malang, kamar 7 yang sekarang sudah berubah menjadi kamar 5 pada  Jum’at, 2 April 2021. Kalau tidak salah, sebelum ramadan tahun lalu. Yap, tapi baru ku upload sekarang, satu tahun setelah menulis haha. But, it's okay, tidak ada kata terlambat kan? Oke, kita awali dengan pertanyaan. Siapa sih disini yang tidak pernah merasakan males? Kalau orang biasa seperti saya ini tentu pernah merasakannya. Males adalah suatu kondisi ketika seseorang menghindari atau tidak melakukan pekerjaan yang seharusnya dilakukan, padahal dia mampu mengerjakannya pada saat itu juga. Memang sih, melakukan hal baik itu berat sekali, sangat berat bahkan. Jika kita melakukan kebaikan dengan ringan, kalau di dalam kitab Irsyadul ‘ibad hal ini perlu dipertanyakan lagi, jangan-jangan kita melakukan kebaikan tersebut karena nafsu bukan karena lillahi ta’ala. Karena nafsu akan berat ketika diajak untuk melakukan kebaikan. Ngaji misalnya. Orang yang ngaji godaa...

Menjadi Baik Tanpa Harus Menyenangkan Semua Orang

Gambar
Bisakah kita berhenti mengasosiasikan bahwa menjadi orang baik harus selalu dengan bersedia membantu orang lain? Kita semua bisa menjadi orang yang baik dengan tetap mengatakan "tidak, aku tidak punya waktu/energi untuk membantumu". Kita bisa menjadi orang yang baik dengan masih mengatakan "ini membuatku tidak nyaman, tolong berhenti ya!". Kita bisa menjadi orang yang baik dengan masih mengatakan "Aku tidak setuju dengan hal ini, karena.....". Kita bisa menjadi orang yang baik dengan masih mengatakan "Aku tidak setuju". Menjadi baik adalah tentang memperlakukan orang dengan kebaikan dan rasa hormat, bukan tentang being the human equivalent of a doormat. 

Mimpi

Gambar
Mimpi. Satu kata yang telah menghantui manusia dengan bayangan-bayanganya, tidak menenangkan bahkan masih samar. Kehadirannya selalu menyertai dimana pun kita berada. Di rumah, di antara keluarga, di kelas, di perkuliahan, di kantin, di tongkrongan, di dalam setiap pembicaraan, dalam keramaian bahkan dalam sepi sekalipun. Tidak pernah tertinggal. Bergelanyut kemanapun kita pergi. Dan dapat dipastikan, mimpi selalu bersemayam di sana. Hanya bernaung dalam pikiran atau dalam bentuk pertanyaan atau bahkan dalam bentuk lelucon yang menyedihkan. Mungkin karena saking tidak realistisnya. Lucunya, kita tetap saja bermimpi. Apakah bermimpi dilarang? Tentu tidak. Justru kita semua wajib bermimpi. Sebab, dengan begitu kita bisa menghargai setiap keringat yang menetes atas usaha yang dilakukan. Karena mimpi juga, kita bisa menjalani hari dengan bijak (lebih produktif), mengevaluasi hari-hari yang telah lalu dan menyongsong hari esok yang lebih indah. Beberapa hari yang lalu aku membaca novel,...